Seorang buta meluruskan arah……(1)

Umurku belum mencapai tiga puluh……ketika istriku melahirkan anak pertamaku…..aku masih ingat malam itu….aku tidak tidur sampai akhir malam disalah satu tempat istirahat…..malam itu adalah begadang yang dipenuhi dengan usapan yang sia-sia…..bahkan dengan ghibah dan komentar-komentar yang haram…..sayalah yang paling banyak membuat mereka tertawa…..dan mengghibah orang-orang…sementara mereka tertawa….. saya ingat malam itu saya membuat mereka banyak tertawa….saya memiliki bakat yang unik untuk menirukan orang…..saya bisa merubah nada suara saya sehingga menyerupai orang yang saya olok-olok….ya saya sering mengolok-mengolok fulan dan fulan…tidak ada seorang pun yang selamat dariku hatta teman-temanku…..oleh karena itu sebagian orang menjauhiku supaya selamat dari lisanku…saya ingat bahwa malam itu saya mengolok-mengolok seorang buta yang saya lihat keliling pasar…dan yang lebih sial lagi saya meletakkan kaki saya di depannya…sehingga ia tersandung dan jatuh tersungkur…dia tidak tahu apa yang mesti ia ucapkan….dan suaraku pun menggema di pasar….aku pulang ke rumahku larut malam seperti biasanya….aku dapati istriku sedang menantiku….dia dalam keadaan yang sangat memelas, dia berkata dengan suara yang parau,”Rasyid…..dimana engkau tadi?”… Aku menjawab, “Bersama teman-teman.”…Keletihan jelas sekali tampak ditubuhnya…..ia berkata sambil sesenggukkan,…” Aku letih sekali…tampaknya saat kelahiran bayi sudah dekat,” air matanya berlinang….aku merasa bahwa aku telah mengabaikan istriku…seharusnya aku memperhatikannya dan mengurangi begadangku….apalagi dia sudah di bulan yang kesembilan….Aku segera membawanya ke rumah sakit….dia masuk ke kamar bersalin…lalu mengalami kesakitan yang sangat selama berjam-jam….aku menunggu kelahirannya dengan kesabaran yang hampir habis…persalinannya sulit….aku menunggu lama sekali sampai letih…akhirnya aku pulang ke rumah…dan aku tinggalkan nomor teleponku pada mereka agar mereka menyampaikan kabar gembira kepadaku….Satu jam kemudian…mereka menghubungiku untuk menyampaikan berita kelahiran Salim…..aku segera pergi ke rumah sakit…Ketika mereka menemuiku, langsung aku tanyakan kamarnya…mereka memintaku untuk menghubungi dokter perempuan yang menangani persalinan istriku…Aku berteriak kepada mereka, “Dokter apa?! Yang penting aku ingin melihat Salim anakku.”…Mereka berkata, “Pertama…Engkau harus menemui dokter perempuan itu.”…Aku masuk ke kamar dokter tersebut….dia berbicara kepadaku tentang musibah….dan ridho dengan takdir….kemudian dia berkata, “Anakmu ada kelainan yamg parah pada kedua matanya, tampaknya dia kehilangan penglihatannya!!” Aku menundukkan kepala…seraya menahan air mataku…aku teringat orang buta yang keliling itu….yang aku rintangi jalannya di pasar…lalu aku buat orang tertawa karenanya…..Subhanallah, sebagaimana engkau berbuat begitulah akan dibalas! Aku diam membisu beberapa saat…aku tidak tahu apa yang mesti aku katakana…kemudian aku teringat istri dan anakku….aku berterima kasih kepada dokter itu atas kelembutannya…dan aku berlalu untuk melihat istriku….istriku tidak bersedih….dia wanita yang beriman dengan qhada (takdir) Allah…dia ridha…sudah sejak lama ia menasehatiku untuk berhenti dari mengolok-olok orang lain…dia senantiasa mengulang-ulang….jangan engkau mengghibah orang….Kami keluar dari rumah sakit… dan Salim bersama kami…..Sebenarnya….saya tidak terlau peduli dengannya….saya menganggapnya tidak ada di rumah….ketika tangisannya kencang….saya lari keruang tamu… untuk tidur di situ….istriku sangat peduli kepadanya…dan sangat mencintainya….Adapun aku….aku tidak membencinya….akan tetapi aku tak bias mencintainya!! Salim semakin tumbuh…..dia mulai merangkak….tetapi cara merangkaknya aneh….umurnya hampir setahun……lalu ia belajar berjalan….maka kami mengetahui bahwa ia pincang….hal itu semakin membuat sedih jiwaku….Istriku melahirkan Umar dan Khalid setelahnya…tahun berganti tahun….Salim mulai besar… dan kedua saudaranya pun semakin tumbuh….Aku orang yang tidak suka tinggal di rumah…selalu bersama kawan-kawanku…sebenarnya aku bagaikan mainan ditangan mereka….Istriku tidak pernah putus asa untuk merubahku….dia senantiasa berdoa agar aku mendapat hidayah….dia tidak marah karena sikapku yang kekanak-kanakan…..akan tetapi ia sangat sedih jika melihat aku meremehkan Salim dan memperhatikan saudaranya….Salim mulai besar …dan kemurunganku karenanya semakin besar….Aku tidak melarang ketika istriku minta untuk mendaftarkannya disalah satu sekolah luar biasa (SLB)…aku tidak merasakan perjalanan tahun….hari-hariku sama saja….kerja, tidur, makan dan begadang…..

(baca lanjutannya di bag. ke-2……………)

About salim

hanya seseorang yang ingin memberikan manfaat untuk orang lain Lihat semua pos milik salim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: