Seorang buta meluruskan arah……(2)

       Pada hari  jum’at…..aku bangun pukul sebelas siang….bagiku waktu tersebut masih pagi….aku diundang ke sebuah walimah….aku mengenakan pakaian, parfum dan aku berniat untuk keluar….aku melewati ruang tengah….ketika melihat Salim aku terhenti….dia menangis tersedu! Ini pertama kalinya aku tergugah dengan tangisan Salim….sejak ia anak-anak….. sepuluh tahun telah lewat….aku tidak pernah memperhatikannya……Aku berupaya untuk bersikap masa bodoh…..tetapi aku tidak mampu….aku mendengar dia memanggil ibunya…..aku menoleh….kemudian menghampirinya….aku berkata, “Salim! Kenapa engkau menangis?!”…..Ketika ia mendengar suaraku tangisnya terhenti….tatkala ia merasa aku mendekatinya…..dia meraba-raba sekitarnya dengan kedua tangannya yang kecil….apa yang dia perbuat?!….akhirnya saya tahu dia berusaha menjauh dariku!! Seolah-olah dia berkata, “Sekarang engkau baru memperhatikanku…..kemana engkau selama sepuluh tahun ini?!”….Aku mengikutinya….tetapi dia sudah masuk ke kamarnya….Pada mulanya dia menolak untuk menceritakan kepadaku tentang sebab tangisnya….aku berusaha untuk sedikit berlemah lembut terhadapnya…..Salim mulai menjelaskan sebab tangisnya?…..sementara aku mendengarkannya dan sedikit terkejut…..tahukah engkau apa sebab tangisnya?…..Umar, saudaranya terlambat mendatanginya….biasanya dialah yang menghantarkannya ke masjid…..dan karena ini adalah shalat jum’at…..dia khawatir tidak dapat tempat di  shaf pertama….dia memanggil Umar….dan memanggil ibunya…akan tetapi tidak ada yang menyahut….lalu ia menangis….aku melihat air matanya menetes dari kedua matanya yang buta….aku tidak mampu untuk mendengar lanjutan perkataannya….aku letakkan tanganku dimulutnya….seraya berkata, “Karena itukah engkau menangis, wahai Salim!!”…..Ia menjawab, “Benar”…..Aku melupakan kawan-kawanku….aku melupakan undangan walimah….aku berkata, “Salim, jangan engkau bersedih….tahukah engkau siapa yang berangkat bersamamu hari ini ke masjid?”….Ia berkata, “Pasti Umar…akan tetapi ia selalu saja terlambat.”….aku berkata, “Tidak…..justru akulah yang akan berangkat bersamamu.”…Salim terheran….ia tidak percaya….ia menyangka aku sedang mengoloknya…lalu ia menangis….aku usap air matanya dengan tanganku…aku pegang tangannya…aku ingin mrmbawanya ke mobil…..tetapi ia menolak sambil berkata, “Masjid dekat….aku ingin melangkah ke masjid”…Demi Allah, dia berkata seperti itu kepadaku…..

    Aku tidak ingat kapan terakhir kali aku masuk masjid…akan tetapi ini adalah pertama kalinya aku merasa takut……dan menyesal atas apa yang aku sia-siakan sepanjang tahun-tahun yang lalu….Masjid telah penuh dengan jama’ah….akan tetapi aku masih mendapati tempat kosong di shaf pertama untuk Salim….Kami mendengarkan khutbah bersama….dan ia shalat di sampingku…..sebenarnya akulah yang shalat di sampingnya…..Setelah selesai shalat Salim meminta mushaf (Alquran) kepadaku…….aku merasa heran!!…. bagaimana ia akan membaca sementara ia buta?…. hampir saja aku tidak  menghiraukan permintaannya….akan tetapi aku berbasa-basi terhadapnya agar tidak melukai perasaannya……aku ambilkan  mushaf untuknya dan ia minta dibukakan surh Al Kahfi….sesekali membuka halaman-halaman Al Quran….sesekali melihat daftar isinya sampai mendapatinya….Ia menerima mushaf dariku ….Lalu ia letakkan di depannya….dan mulai membaca surah al Kahfi….sementara kedua matanya terpejam…..Ya Allah!! Dia menghafal surat al Kahfi seluruhnya!!…..aku merasa malu pada diriku…..aku mengambil mushaf….aku merasa ada getaran dipersendianku….aku membaca dan membaca…..aku berdoa kepada Allah agar Dia mengampuni dan member hidayah kepadaku…..aku tidak dapat menahan diri dan mulai menangis seperti anak kecil…..Sebagian orang masih tinggal di masjid untuk shalat sunnah…..aku merasa malu kepada mereka…..maka aku berusaha menahan tangisku….tangisku berubah menjadi sesenggukan…tiba-tiba aku merasakan tangan kecil menyentuh wajahku….lalu mengusp air mataku….ternyata ia Salim!!….aku mendekapnya ke dadaku….

    Aku melihat kepadanya…..aku berkata dalam hati, “Bukan engkau yang buta, tetapi akulah yang buta….ketika aku mengikuti kawan-kawanku yang fasik yang menyeretku ke neraka”….

    Kami kembali ke rumah….istriku cemas sekali terhadap Salim…..akan tetapi kecemasannya berubah menjadi linangan air mata ketika ia tahu bahwa aku shalat jum’at bersamanya…..Sejak saat itu aku tidak pernah ketinggalan shalat jama’ah di masjid…..aku telah meninggalkan teman-teman yang fasik…..sebagai gantinya aku telah menemukan teman-teman yang baik yan gaku kenal di masjid…..aku merasakan manisnya iman bersama mereka….aku mengetahui dari mereka beberapa hal yang selama ini terlalaikan karena dunia….Aku tidak pernah meninggalkan halaqah dzikir (majlis taklim) atau shalat witir…aku mangkhatamkan Al Quran beberapa kali dalam sebulan….aku basahi lidahku dengan dzikir….semoga Allah mengampuni atas perbuatan ghibah dan mengolok-olok manusia….

   Aku merasa bahwa aku lebih dekat kepada keluargaku…….Telah hilang pandangan yang disertai rasa takut  dan kasihan yang selama ini membayangi mata istriku, senyuman tidak pernah lepas dari wajah anakku, Salim…..Siapa yang melihatnya akan menyangka bahwa ia adalah raja dunia dan seisinya…..Aku banyak memuji Allah atas nikmatNya….

    Pada suatu hari…teman-temanku yang sholeh memutuskan untuk pergi ke salah satu daerah yang jauh untuk berdakwah di sana…. Aku ragu untuk ikut pergi….aku beristikharah kepada Allah…..dan bermusyawarah dengan istriku….aku menduga pasti ia akan keberatan…..akan tetapi ternyata sebaliknya!!

   Aku gembira sekali….bahkan ia mendorongku….Dahulu ia melihatku bepergian tanpa meminta  pendapaatnya  padahal untuk tujuan kefasikan…..Aku menghampiri Salim…aku beritahukan bahwa aku akan pergi….Dia memelukku dengan kedua  tangannya yang kecil seraya melepas kepergianku…..

  Aku meninggalkan rumah selama tiga setengah bulan….Selama masa itu melalui telpeon aku menghubungi istri dan berbicara kepada anak-anakku setiap kali ada kesempatan….aku sangat rindu kepada mereka….aahh betapa rindunya aku kepada Salim!!….aku ingin mendengar suaranya….dialah satu-satunya yang belum pernah berbicara  kepadaku sejak aku pergi…. Kadang dia sedang di sekolah atau di masjid ketika aku menelpon….setiap kali aku ceritakan kepada istriku tentang kerinduanku kepadanya…ia tertawa gembira dan ceria….kecuali terakhir kali aku menelponnya….aku tak mendengar tawanya….suaranya berubah….aku berkata padanya, “ Sampaikan salamku untuk Salim.”….Ia menjawab, “Insya Allah.”…..Lalu diam…..

   Akhirnya aku pulang ke rumah….aku ketuk pintu aku berharap yang membuka pintu adalah Salim….akan tetapi aku sedikit terkejut ketika yang berada dihadapanku adalah Khalid, anakku yang masih berumur empat tahun…..aku menggendongnya di antara kedua lenganku sementara ia berseru, “Papa….Papa….” Aku tidak tahu kenapa dadaku terasa sempit tatkala aku masuk ke dalam rumah……aku berlindung kepada Allah dari syetan yang  terkutuk…..aku menghampiri istriku…..wajahnya berubah….aku mengamatinya baik-baik…..Lalu bertanya, “Kenapa engkau?”….Ia menjawab, “Tidak mengapa,”…..Tiba-tiba aku teringat Salim ….lalu aku berkata, “Di mana Salim?” Aku tidak mendengar jawaban selain dari Khalid, anakku…..ia berkata dengan lidahnya yang pelo. “Papa….Salim ke surga, di sisi Allah.”….Istriku tidak dapat menguasai dirinya…..ia menangis tersedu…hampir saja ia terjatuh ke lantai….lalu ia keluar dari kamar……

   Akhirnya aku tahu bahwa Salim terkena demam dua minggu sebelum kepulanganku…..lalu istriku membawanya ke rumah sakit…..Demamnya semakin parah….tak pernah mereda…..sampai akhirnya meninggal……

 

[Disalin dari buku “fi bathn al hut”  karya Syaikh Dr. Muhammad bin Abdurrahman al ‘Arifi edisi terjemahaan yang diterjemahkan oleh Divisi ilmiah Pustaka Al Faruq dan diterbitan oleh Pustaka Al Faruq Jakarta dengan judul “Dalam perut ikan (kumpulan kisah-kisah mengharukan)]

 

About salim

hanya seseorang yang ingin memberikan manfaat untuk orang lain Lihat semua pos milik salim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: