Kisah seorang perokok(bag 1)

rokok2
Kisah ini diceritakan oleh Syaikh Muhammad Jamil Zainu dalam sebuah kutaibnya(buku kecil) yang berjudul ” Hukmu ad dukhan wa tadkhin ala dhau’i ath thibb wa ad din”(kira-kira artinya:“hukum rokok dan perokok menurut ilmu medis dan agama”), beliau menceritakan:

Suatu hari ketika aku sedang berada di atas kursi cukur tepat di sampingku ada seseorang sedang menikmati rokoknya. Kepulan asap rokoknya memenuhi ruangan, terasa sangat menggangguku, apa lagi ruangan tersebut tertutup karena pada saat itu sedang musim dingin.

Aku menghela nafas dalam-dalam, agak ragu untuk menegurnya. Setelah aku berbulat tekad, aku berkata kepadanya, “Wahai Paman bagaimana jika anda menghentikan rokok di ruangan tertutup ini dan melakukannya di luar sana, di udara bebas!” Perokok itu sedikit terperanjat tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

Pada hari yang lain, aku melihatnya di sebuah jalan, lalu aku berkata, “Wahai Paman, bagaimana….!” Namun ia langsung menanggapi, “Bagaimanpun aku akan tetap merokok dan tidak akan meninggalkannya!” Lalu aku berkata, “Aku hanya bermaksud menolong anda.” Kemudian aku meninggalkan orang itu dengan perasaan pilu memikirkannya.

Beberapa waktu kemudian aku bertemu lagi dengan perokok itu, namun ia mengejutkanku, dengan wajah tersenyum ia berkata, “Aku sudah berhenti merokok.” Dengan penuh keheranan aku bertanya kepadanya, “Mengapa?” Mulailah ia membeberkan kisahnya mengapa ia berhenti merokok.

Ia bercerita kepadaku, “Dengarkan baik-baik, dahulu aku sangat kecanduan rokok, sehingga sedetik pun aku tidak pernah berhenti merokok, meskipun aku merasakan sendiri akibat langsungnya dan juga menyadari berbagai  dampak negatif merokok. Suatu malam aku pergi ke rumah sakit untuk berobat karena aku merasakan kesulitan bernafas yang sangat hebat. Hampir saja aku tercekik karenanya. Keadaan ini berlangsung beberapa bulan. Semakin hari keadaanku kian parah, aku merasakan ada sesuatu yang menyempitkan pangkal tenggorokanku bila sedang makan dan minum, lalu akupun pergi ke berbagai dokter dengan beragam terapi namun tidak ada perubahan.

Akhirnya aku bertemu dengan seorang dokter spesialis. Ia merontgen dadaku. Setelah mencermati hasil foto rontgen, dokter tersebut bertanya, “Berapa batang rokok yang Anda hisap setiap hari?”, “Satu setengah bungkus Dok.” jawabku.

Dokter tersebut berkata, “Sekiranya asap sebatang rokok yang Anda hisap Anda henbuskan ke sebuah kain putih yang tipis, tentu kain tersebut akan berubah menjadi kuning, selanjutnya menjadi hitam, dan tersumbatlah pori-pori kain tersebut. Kira-kira bagaiman pula jika asap tiga puluh batang rokok Anda masukkan ke dalam dada dan dua paru-paru anda setiap hari?”, “Lalu obatnya apa Dok?” pintaku.

Dokter tersebut menjawab, “Saya tidak memiliki obat untuk Anda, namun sebaiknya Anda pergi ke Beirut untuk mendapat terapi khusus para dokter di sana, mereka akan memberikan obat yang tepat sehingga Anda bisa sembuh.” Dengan perasaan galau bercampur emosi, aku berkata, “Dok, saya berharap Anda  berkenan menjelaskan apa yang saya derita!”, “Anda mengalami gejala kanker” jawab dokter.

insyaallah bersambung………..

About salim

hanya seseorang yang ingin memberikan manfaat untuk orang lain Lihat semua pos milik salim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: