Category Archives: kisah mengharukan

Seorang Penyandang Autis Yang Hafal Al Qur’an

Berikut adalah video seorang penyandang autis (Husain Al ‘Abdaly,kelahiran Fallujah,Iraq) yang sedang diuji kekuatan hafalan Al-Qur’an-nya,yang menarik bahwa Si Husain ini bisa menjawab dengan cepat pertanyaan-pertanyaan sulit yang dilontarkan oleh penguji.

Iklan

Kalau saja Allah tidak menutup aib-aib kita…..

Alhamdulillah, wash shalaatu wassalaamu ‘ala nabiyyinaa Muhammad, wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa man tabi’ahum bi ihsaan, wa ba’d.

Sesungguhnya manusia tidaklah ma’shum dari dosa dan kesalahan.Sampai-sampai seorang Nabi pun bisa melakukan kesalahan.Namun, perbedaannya adalah mereka para Nabi dan juga para Rasul ma’shum, dalam artian bahwa ketika mereka tersalah dan akhirnya melakukan kesalahan Allah Ta’ala langsung menegur mereka sebagaimana yang terjadi pada diri rasulullah ketika bermuka masam kepada Abdullah bin Ummi Maktum.Maka, Allah ta’ala langsung menegur beliau dengan turunnya Surah ‘Abasa.Dan masih banyak lagi dalil-dalil yang menunjukan hal tersebut. Lanjutkan membaca


Begitu Sederhana, Hafalannya Luar Biasa

Syaikh Ibnu Baz adalah seorang yang sangat tidak perhatian dengan dunia sebagaimana yang bisa kita ketahui dari keadaan beliau. Terlebih jika kita tahu bahwa beliau itu tidak memiliki rumah!!!.

Dr Zahrani pernah berupaya untuk meminta izin kepada beliau untuk membeli rumah yang biasa beliau tempati jika berada di Mekah karena rumah tersebut biasanya cuma disewa. Komentar beliau, Lanjutkan membaca


Kisah seorang penyanyi yang bertaubat

Oleh Syaikh Abdul Aziz  Abdul Latif


Sesungguhnya berdakwah kepada Allah adalah tugas para nabi (semoga kesejahteraan dilimpahkan atas mereka), dan jalan para ulama rabbaniyyin, oleh karena itu berdakwah kepada Allah adalah sebuah amal pendekatan diri kepada Allah yang paling utama, dan paling agung kedudukannya.

Allah berfirman.

“Artinya : Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shalih dan berkata : “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?”[Fushilat : 33]

Dan berdakwah kepada Allah itu, harus benar tujuannya, bersih manhajnya (caranya), inilah jalan dakwah nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan siapa saja yang mengikuti beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan baik, sebagaimana firman Allah. Lanjutkan membaca


Kisah Kematian di Lantai Dansa

Ada seorang biduanita jatuh mati di lantai dansa. Laa haula wa laa quwwata illaa billah (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).

Saya akan bercerita kepada anda tentang sebuah kisah nyata yang terjadi beberapa minggu lalu…..

Suatu malam, telah berlangsung sebuah pesta pernikahan di salah satu gedung hiburan kira-kira 6 atau 7 minggu yang lalu. Lanjutkan membaca


Keikhlasan dalam beribadah dan menjauhi Popularitas

Ulama salaf kita mencontohkan sekaligus ini merupakan nasehat buat kita semua agar jangan gila popularitas.Banyak kisah-kisah yang menunjukkan bagaimana mereka sangat menjauhi sekali yang namanya popularitas.
Namun sayangnya,saat ini kebanyakan manusia berebut untuk menjadi orang yang terkenal sampai-sampai menghalalkan segala cara asal jadi orang terkenal.

Marilah kita simak kisah di bawah ini: Lanjutkan membaca


Murtad Karena Cinta

“Cinta itu buta”

Mungkin ungkapan ini ada benarnya.Bayangkan karena cinta orang rela mengganti agamanya.Seperti kisah di bawah ini yang gara-gara cinta hingga akhrinya jatuh dalam kemaksiatan dan dengan terpaksa mengganti agamanya.Selamat membaca.

Aku seorang wanita berusia 27 tahun. Dua tahun yang lalu aku melahirkan seorang anak ke dunia. Hanya saja mungkin keadaanku sebagai seorang ibu berbeda dengan ibu-ibu yang lain. Mereka senantiasa memandang wajah putra dan putrinya dengan tatapan kasih sayang, bangga dan penuh cinta. Sedangkan aku? Yang kudapat saat menatap bola matanya adalah kepedihan yang teramat perih dari kisi-kisi hati yang tersayat sesal.

Sebelum peristiwa pahit itu menyapa dalam hidupku, kehidupanku yang sederhana senantiasa diliputi oleh ketenangan. Aku bahagia dengan keadaanku, dengan rutinitasku. Setiap hari kujalani dengan hati yang riang sebagai seorang wanita. Kebanggaanku pada kehormatan yang senantiasa kujaga demi satu mimpi mendapatkan keluarga yang bahagia suatu saat nanti. Hingga sosok itu hadir menghancurkannya.

Peristiwa itu bermula saat aku bekerja sebagai salah satu staf tata usaha di sebuah akademi kesehatan di kota Daeng. Aku berkenalan dengan dengan seorang pria yang mengaku bujang. Dia juga bekerja sebagai staf tata usaha di kampus tempatku bekerja, namun jabatannya lebih tinggi dariku.

Seperti kata orang, “mulanya biasa saja,” yah, memang semuanya biasa saja. Saling ber-say hello, bercerita, bercanda, bertegur sapa. Sesuatu yang lazim dilakukan oleh sesama pegawai staf. Apalagi dalam satu kantor. Hingga waktu terus berjalan seiring dengan hubungan kami yang begitu akrab. Semuanya mulai menjadi sesuatu yang tidak biasa lagi.

Jujur saja, dalam hal agama, pengetahuanku memang tidak terlalu dalam. Orang mungkin biasa mengatakannya “awam”. Di alam pikiranku, bergaul dengan lawan jenis itu adalah sesuatu yang biasa. Seperti yang terjadi ditengah masyarakat. Apalagi aku dilahirkan dari lingkungan keluarga yang pendidikan agamanya “biasa-biasa saja” tidak mengenal apa itu tarbiyah, ikhtilath, ghibah, dan istilah-istilah yang lain.

Sebenarnya aku tidak pernah berkeinginan untuk dekat dengannya, karena pertimbangan beda agama. Dia seorang non muslim. Namun rayuan demi rayuannya, perjuangannya mendekatiku, janji manisnya, perhatiannya yang berlebihan dan tidak henti-henti meski selalu kutolak dengan cara yang halus, sedikit demi sedikit meluluhkan hatiku.

Gayung pun bersambut, akhirnya kuterima uluran tangannya. Waktu itu aku tidak berpikir untuk serius. Hanya sekedar pengisi waktu saja. Apalagi dia sudah banyak berkorban untukku, dan aku merasa kasihan padanya. Waktu itu aku berpikir suatu saat nanti aku akan minta putus. Mudah kan? Lanjutkan membaca